
Kamis, 28 Agustus 2008
Kamis, 21 Agustus 2008
Hai Orang

Teater Gidag Gidig mementaskan Hai Orang (11/8) di Teater Arena Taman Budaya Surakarta. Hai Orang, naskah dan sutradara Hanindawan ini lahir dari penghayatan panjang tentang perilaku, perangai, polah tingkah, orang-orang. Dimana –mana, di ruang pengadilan, di kantor, di kantor polisi, di rumah skit, di pinggir jalan, di jalan raya, pasar, tempat hiburan di tengah-tengah hutan bahkan di dalam rumah. Banyak orang-orang kini menjelma menjadi “monster” membuka lebar-lebar mulutnya, menghunus pisau, menikam, mengobrak-abrik, dan tak peduli!! Lalu tak lagi punya rasa empati.
Naskah pendek ini berkisah tentang para mayat yang tidak pernah dipedulikan oleh orang-orang. Sebuah metafor untuk menghardik kepada banyak orang. Hai orang!! Buka Matamu! Buka Kupingmu! Buka Hatimu!
Tentang Gidag Gidig
Naskah pendek ini berkisah tentang para mayat yang tidak pernah dipedulikan oleh orang-orang. Sebuah metafor untuk menghardik kepada banyak orang. Hai orang!! Buka Matamu! Buka Kupingmu! Buka Hatimu!
Tentang Gidag Gidig
Teater yang cukup tua usianya di solo, berdiri sejak 22 Desember 1976. sejak tahun 1999, teater ini mengadakan program rutin sebulan sekali bertajuk teater untuk tetangga yang mengundang kelompok-kelompok kesenianuntuk berpentas di Sanggar Gidag Gidig. Dan juga pentas keliling kampung-kampung untuk membuka ruang-ruang ekspresi berkesian di kota Solo. Hingga saat ini telah banyak mempunyai jaringan di kota-kota lain di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Purwokerto, Jogja, Malang, Surabaya, dll.
PETHOI

Independent Expression yang dimotori oleh Boby Ari Setiyawan dengan para penari Agus Margianto, Dedy Satya Ardhana, Safrina, Gambuh, Ayu dan Boby menampilkan tari yang berjudul Pethoi (13/8) di TBS Surakarta. Pethoi adalah nama busana Atari Hudo dari
Kalimantan Timur, merupakan salah satu yang melatarbelakangi ide garap karya ini. pethoi menggarap suasana-suasana keresahan dalam setiap adegan, sebagai hasil intepretasi koreografer dalam mensikapi kondisi hutan yang rusak, penebangan dan penambangan di hutan yang tak ada habisnya.
Teater Kail : Tragedi Murni
Tragedi Murni menyajikan sebuah tema universal dan aktual, yaitu hilangnya Murni. Karya ini merupakan pertunjukan puisi yang dikemas dengan teater.
Naskah/Sutradara/Artistik : Sutarno SK
Ass Sutradara : Andreas Wjatno
Alamat : Jl. Makaliwe I Rt.07/06, Grogol, Jakarta Barat 11450
Kalimantan Timur, merupakan salah satu yang melatarbelakangi ide garap karya ini. pethoi menggarap suasana-suasana keresahan dalam setiap adegan, sebagai hasil intepretasi koreografer dalam mensikapi kondisi hutan yang rusak, penebangan dan penambangan di hutan yang tak ada habisnya.Teater Kail : Tragedi Murni
Tragedi Murni menyajikan sebuah tema universal dan aktual, yaitu hilangnya Murni. Karya ini merupakan pertunjukan puisi yang dikemas dengan teater.
Naskah/Sutradara/Artistik : Sutarno SK
Ass Sutradara : Andreas Wjatno
Alamat : Jl. Makaliwe I Rt.07/06, Grogol, Jakarta Barat 11450

Langganan:
Postingan (Atom)
