Sabtu, 03 Januari 2009

Laporan Akhir Tahun


Semua berlomba-lomba pada akhir tahun
membuat laporan kerja, laporan keuangan,
laporan penjualan, laporan produksi, laporan ekspedisi
laporan SDM, berapa karyawan yang masuk
dan berapa karyawan yang telah dipecat
dan berapa karyawan yang telah dirumahkan,
sampai juga pada laporan berapa gula dan susu
yang telah di minum oleh karyawan selama satu tahun ini.


Setelah laporan selesai, kemudian kita diharapkan
dapat membuat proyeksi kedepan selama tahun ini
dan itu membuat kita harus berpikir cerdik
dan sedikit mengakal-akali karena semua harus
berdasarkan prediksi yang bisa dipertanggungjawabkan nantinya
Benar-benar kepala jadi penat, pusing dan
pengin maem yang banyak....
Kalo sudah begini jadi teringat
kapan ya bisa ke clubing, kapan ya bisa nongkrong
bareng temen-temen dan kapan ya bisa berjemur di pantai lombok
atau berlibur ke hawai
Ya itulah pikiran-pikiran yang muncul untuk mengalihkan
penderitaan sesaat ini.

Tapi yang penting intinya yang pengin
aku sampaikan di sini adalah
aku pengin mengucapkan selamat tahun baru 2009
semoga di tahun ini semuanya akan berjalan lebih baik
lagi dari tahun 2008 kemarin dan tahun-tahun sebelumnya.
Oh ya..kalo kita menjadi planer di perusahaan
atau kantor kita, atau kita sendiri yangjadi bosnya
janagan lupa masukkan rencana liburan dan sedekah yang banyak
supaya kita tidak terlalu strees oleh kehidupan sehari-hari kita.
Apakah ide ini masuk akal?
Selanjutnya terserah pada Anda-anda sekalian...

Kamis, 16 Oktober 2008

Di Persimpangan Itu....

aku seperti berhenti di persimpangan jalan
tak tahu harus kemana
kakiku kan kulangkahkan
semuanya gelap

meski ku coba tuk meraba
melihat dengan mata jauh
ke mana arah yg tepat
hanya kutemukan peluh

ingin sekali aku segera berteduh
hari ini panas sungguh terasa
kaki ini seperti terbakar
panas oleh jalan yang melepuh

ya... sangat ingin aku berteduh
agar aku dapat kembali
menata semrawutnya hidup
dari segala yang merintangi

tiba-tiba angin berhembus kencang. Sangat kencang sekali sehingga langit yang mulanya sangat cerah, sekarang menjadi sangat gelap. Awan hitam bergulung-gulung menutup seluruh langit. Matahari seperti hilang. Tak lagi angkuh dengan sinarnyayang panas seperti sebelumnya. Semua binatang seperti menghilang, mungkin mereka takut akan cuaca yang berubah dengan tiba-tiba dan sangat menakutkan itu. Petir mulai meyambar-nyambar. Menjilat permukaan bumi. Seketika menghanguskan apa saja yang dijilatnya. Sungguh tak ada yang kuasa untuk melawannya. Hujang kemudian turun dengan sangat deras, deras sekali. Airnya seperti meotok seluruh kepalaku. Aku hanya terdiam saja sedari tadi di persimpangan itu. Kakiku kaku, tak mampu sepertinya aku melangayunkan kakiku tuk beranjak dari situ. Aku hanya mampu melihat semua bencana di depanku.....
Namun tiba-tiba dari langit turun cahaya sangat terang, menyibak mendung dan gumpalan awan. Cahaya itu begitu kuatnya sehingga mataku harus kukerlipkan bahkan sesekali kupejamkan. Tak sanggup aku melihatnya. Bersamaan dengan itu, bumi terasa bergoyang sangat kencang, ya, gempa bumi...gempa dengan kekuatan yang luar biasa....
Aku sangat ketakutan. Tubuhku seperti berguling-guling karena goncangan itu. Hampir-hampir aku tak kuasa mengendalikan tubuh ini. Berguling, berguling, dan terus berguling. Aku benar-benar tak kuasa......Aku berteriak sangat keras...kupikir karena mungkin ajalku akan segera tiba....Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar......
Ditengah teriakanku yang sangat keras itu aku sepertinya mendengarkan suara seperti memanggil-manggilku.
"Mbor....mbor..mbor...istighfar mbor!!!" Suara itu kemudian di susul dengan suara yang lain. "Mbor...bangun he...kamu sudah tertidur sekian lama...."
"hayo bangun....!!"
"Pak min sudah mau tutup nih warunge...!"
Rupanya aku tertidur di warung Pak Min pada malam hari itu. Suara klakson mobil-mobil yang sedang lewat, sinar senter yang ditujukan di mataku dan guyuran air minum tak membuatku segera bangun. Hehehe....ini sungguh memalukanku.

...............

Senin, 01 September 2008

Laskar Pelangi The Movie (2008)


Sutradara: Riri Riza
Produser: Mira Lesmana
Penulis: Salman Aristo, Riri Riza
Pemeran: Lukman Sardi, Cut Mini, Slamet Rahardjo Djarot, Matias Muchus, Ario Bayu, Alex Komang, Jajang C Noer, Tora Sudiro, Robbie Tumewu, Ikranegara, Rieke Dyah PitalokaMusik oleh: Titi Syuman, Aksan Syuman
Distributor: Miles Production dan Mizan Sinema
Rilis: 29 September 2008

Laskar Pelangi Siap di Layar LebarKolaborasi
Peran 12 Anak Belitong Asli dengan 12 Aktor Profesional Indonesia

Setelah sukses menjadi novel best seller dengan penjualan lebih dari 500.000 eksemplar, kini Laskar Pelangi siap diangkat ke layar lebar dan akan memasuki tahap syuting pada tanggal 25 Mei 2008. Film ini diproduksi oleh Miles Films bekerjasama dengan Mizan Cinema Productions, ”B” Edutainment dan Iluni UI.

Laskar Pelangi adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku Produser dan Sutradara film ini terhadap buku karya Andrea Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. “Buku Laskar Pelangi sanggup membuat kita tiba-tiba merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan,” ucap Mira Lesmana selaku Produser film ini.

Selaku sutradara film Laskar Pelangi, Riri Riza mengungkapkan: “Laskar Pelangi memiliki cerita yang unik dan penuh dinamika dengan hadirnya 10 siswa dengan kararkter yang sangat kuat dan seorang guru ambisius yang mempunyai cita-cita besar dan luhur. Dan Andrea Hirata adalah faktor yang sangat penting kenapa kami ingin memfilmkan buku Laskar Pelangi ini. Saat pertama kali ketemu dengan Andrea, ada antusiasme yang terlihat di dirinya. Bertemu Andrea Hirata seperti melihat matahari yang bersinar keras sekali dan sangat inspiring.”Bagi sang penulis, Andrea Hirata, bukan hal yang mudah untuk mengijinkan karya sastra pertamanya ini untuk difilmkan. Jelas Andrea mempunyai alasan khusus kenapa ia mempercayakan penggarapan film Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. “Ada beberapa alasan kenapa saya rela menyerahkan cerita Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Pertama, Mira dan Riri adalah sineas yang memiliki integritas, yang tidak semata melihat keinginan pasar dalam membuat karyanya. Kedua, Mira dan Riri mempunyai talent yang langka dalam membuat sebuah karya seni. Mereka bisa membuat film box office, tapi tetap bermutu. Dan setelah lama bergaul dengan mereka, saya semakin yakin kalau kedua sineas ini mempunyai indra keenam dalam membuat sebuah karya dan mempunyai perspektif yang unik,” ungkap Andrea.

Sementara menurut Putut Widjanarko, Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film ini merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. “Mizan Prouductions sangat bangga bekerjasama dengan Miles Films menghadirkan film yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat Indonesia ini. Apalagi buku best seller Laskar Pelangi adalah terbitan salah satu penerbit dalam kelompok Mizan, yaitu penerbit Bentang Pustaka.”Setelah melewati proses pertemuan dan diskusi dengan sang penulis selama satu tahun, akhirnya Juli - Desember 2007, proses penulisan skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana pun dimulai. Dan persiapan produksi pun sudah dilakukan sejak Juli 2007 lalu dengan melakukan proses penulisan skenario, survey lokasi, serta casting para pemain Laskar Pelangi. “Dalam proses pembuatan film ini hampir 100% pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” cerita Mira, antusias.

Adapun keinginan Rira dan Mira untuk menampilkan anak-anak asli Belitong agar chemistry antara cerita dan para pemain muncul secara real dan natural. “Sejak awal kami memang tidak terpikirkan untuk menggunakan pemain di luar kota Belitong untuk tokoh-tokoh anak Laskar Pelangi. Jadi proses hunting dan casting pemain pun sudah kami lakukan sejak awal persiapan produksi,” ujar Riri. “Meskipun anak-anak ini belum berpengalaman dan awam dengan dunia akting, tapi mereka ini adalah anak-anak yang sangat berbakat, punya keberanian, mau mencoba, dan yang terpenting, mereka bisa mempresentasikan tokoh-tokoh utama di film ini,” lanjut Mira.


Setelah menjalani proses hunting dan casting di Belitong, akhirnya terpilih juga 12 orang pelajar Belitong yang akan memerankan karakter Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Flo, dan A Ling.

Meski begitu, bukan berarti Mira luput menampilkan para pemain profesional. 12 nama aktor profesional pun turut tampil meramaikan film ini, seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, JaJang C. Noer, dan Teuku Rifnu Wikana .

Film yang diperuntukkan bagi semua umur dan kalangan ini rencananya akan beredar di bioskop di seluruh Indonesia pada liburan Lebaran 2008 ini.

(http://imelmow.multiply.com/)